Pada 21 Juli 2015,
aku sedang asyik menikmati indahnya debur ombak salah satu pulau resort di kepulauan seribu.
Tiba-tiba aku mendapat SMS.
"Vinn, akhir pekan ini aku mau naik gunung Papandayan. Kamu mau ikut?"
Sebuah ajakan untuk mendaki gunung dari Gita,
salah seorang teman ku yang sudah sering mendaki gunung.
"Asyik dong?! Aku ikut!" jawab ku setelah bertanya detail
mengenai kapan berangkatnya dan kapan kembali ke Jakarta.
Maklum sisa cuti ku tahun ini sudah hampir habis hehehe...
Namun ternyata perjalanan ke Papandayan tidak perlu cuti, karena kita memulai perjalanan dari Jum'at malam, dan kembali ke Jakarta pada Minggu malam.
Ini adalah pertama kalinya aku naik gunung. Aku sama sekali tidak punya peralatan mendaki gunung. Jadi aku menyewa beberapa perlengkapan, seperti tas gunung, matrass, dan sleeping bag.
Untuk alas kaki, karena aku tidak punya sepatu gunung, aku nekat menggunakan sepatu model kungfu shoes.
Untuk alas kaki, karena aku tidak punya sepatu gunung, aku nekat menggunakan sepatu model kungfu shoes.
Perjalanan ku mulai dari terminal bus Kampung Rambutan.
Aku dan teman-teman berangkat menuju Garut dari terminal Kp. Rambutan jam 11 malam,
dan tiba di terminal Guntur, Garut pukul 3 dini hari.
Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Desa Cisurupan menggunakan angkot.
Desa Cisurupan terletak di kaki Gunung Papandayan.
Sebelum pendakian di mulai, kami istirahat sejenak.
Ada yang sarapan pagi di warung nasi, dan ada juga yang sholat subuh di masjid.
