Monday, June 29, 2015

Jalan-jalan ke Jepang (Part 1)

Kalau disuruh mendeskirpsikan diri sendiri dalam satu kata, mungkin kata yang paling pas untuk saya adalah "LUCK".

Kenapa?

Karena saya sering mendapatkan kesempatan jalan-jalan. FOR FREE! alias GRATIS! Hahaha yess!

Dulu ada seorang teman saya, kalau dengar saya bercerita tentang pengalaman yang menyenangkan, dia selalu berkata "asyik dong!" Ya, memang asyik bisa jalan-jalan gratis. Hehehe...

Jadi begini ceritanya...
Pada November 2013, saya baru saja diterima di perusahaan baru. Tiba-tiba saya diberi tahu, bahwa kantor pusat perusahaan tempat saya bekerja saat itu akan mengadakan company trip ke Jepang! Padahal saya baru masuk 3 bulan, ibaratnya masih trainee, tapi saya juga diajak! Asyik dong! Hahaha... Untungnya saya sudah punya passport.

Saat itu adalah pertama kalinya saya ke luar negeri. Dari sejak jaman kuliah saya memang sangat ingin mengunjungi negeri sakura tersebut. Kebayang kan betapa I feel so lucky bisa dapet kesempatan jalan-jalan ke luar negeri gratis. Perjalanannya start dari kantor. Kita semua naik taxi menuju bandara Soekarno Hatta. Kalau tidak salah ingat, waktu itu flight-nya sekitar jam 8 malam, dan kita harus transit di Kuala Lumpur, Malaysia.

Saya baru pertama kali ke KLIA (Kuala Lumpur International Airport) sampai norak karena bandaranya tidak kalah megah dengan bandara di Cengkareng.



Bagus kan?


Setelah menunggu sekitar 2 jam, akhirnya perjalanan menuju Narita, Tokyo dimulai. Lama perjalanannya sekitar 7 jam.

Ketika sampai di Narita, cuacanya mendung dan sedikit gerimis. Di Jepang saat itu sudah masuk musim gugur.


Bandara Narita ini sebenarnya terletak di Prefektur Chiba. Untuk ke Tokyo kita bisa menggunakan beberapa alat transportasi. Tetapi yang paling praktis adalah dengan naik kereta Narita Express. Tiketnya bisa dibeli di mesin penjual tiket seperti foto di bawah ini.



Walaupun kalian tidak bisa bahasa Jepang, cukup mudah untuk membeli tiketnya. Karena ada mesin versi bahasa Inggris-nya juga. 

Perjalanan sampai Tokyo sekitar 1 jam, tergantung mau turun di stasiun mana. Akhirnya kita turun di stasiun Shinagawa, Tokyo. Kita istirahat sebentar dari udara dingin musim gugur Jepang, sambil menunggu rental car. Sempat jajan juga di Lawson.



Sambil istirahat, saya bersama teman-teman duduk menikmati jajanan (waktu itu kita cuma beli onigiri saja sih) sambil menikmati pemandangan kota Tokyo.



Setelah rental car-nya datang, kita melanjutkan perjalanan. Tujuan kita adalah Shibuya. Di perjalanan kita sempat melihat Tokyo Tower juga.



Sesampainya di Shibuya, kita makan siang dengan menu sukiyaki di sebuah shopping mall.



Dalam menu sukiyaki, kita bisa memesan telur mentah juga. Jadi sebelum melahap daging sukiyaki, daging terlebih dahulu dicelup di telur mentah. Setelah itu baru deh dimakan bersama dengan nasi. Rasanya nikmat loh. Kalau di tanah air, dulu waktu masih SD saya suka diberi telur ayam kampung setengah matang oleh nenek. Jadi tidak terlalu kaget dengan telur mentah ini. Lagipula telur mentah di Jepang dijamin bersih dan bagus kualitasnya (katanya).

Saat itu walaupun masih November, tetapi suasana natal di Jepang sudah terasa. Karena banyak dekorasi bertema natal seperti pohon natal dan lampu-lampu hias.



Setelah makan siang, kita melanjutkan jalan-jalan ke Harajuku. Walaupun di tengah kota banyak gedung dan kendaraan, tetapi Tokyo juga dihiasi oleh cukup penghijauan. Namun saat itu warnanya tidak hijau, lebih dominan kuning, oranye dan merah.



Di Harajuku, tepatnya di Takeshita Street banyak toko-toko dengan desain unik dan lucu.






Kebanyakan yang datang kesini adalah anak-anak muda. Ada beberapa yg terlihat antri untuk bisa mengunjungi kedai crepes.




Melihat mereka antri di kedai crepes, aku dan teman-teman ku jadi ingin makan crepes juga. Akhirnya di ujung jalan, kita menemukan kedai kecil yang menjual crepes juga.



Pilihan menunya sangat banyak. Awalnya saya juga bingung mau pilih yang mana.



Crepes di Jepang diisi dengan krim susu yang lembut. Tidak seperti krim kue yang ada di toko kue di tanah air. Rasa krimnya lembut tidak terlalu manis. Enak!



Jalan-jalan di Shibuya sambil makan crepes. Asyik dong! Hehehe...
Sampai disini dulu ya. Tapi jangan lupa cek update-an blog saya ya. Perjalanan saya di Jepang bersambung ke posting berikutnya. 

Terima kasih :)

Photos by:
IG: @dwiyrian

No comments:

Post a Comment