Thursday, June 30, 2016

Kyoto: Autumn Colors

Jatuh cinta itu rasanya warna-warni.
Ada senang, sedih, cemburu, pokoknya bermacam-macam perasaannya.
Kamu juga pernah kan jatuh cinta? Nah, kalau orang yang kau cintai tiba-tiba harus pergi jauh?
Hari pertama mungkin masih kangen sedikit. Hari kedua mulai resah. Hari ketiga udah rindu banget. Apalagi hari-hari berikutnya?! :(

Falling in love feels colorful.
There are times when we're happy, sad, jealous, lots of mixed feelings.
You also have the experience of falling in love don't you? Then if suddenly your beloved person have to go far away?
The next day probably still just fine. The second day you'll get anxious. And the third day you'll miss that person badly. Moreover on the days after that?! :(

Sama seperti saat ini, aku sedang dilanda rindu pada suatu tempat indah yang pernah aku kunjungi pada November 2014 lalu. Saat itu aku bersama teman-teman seperjalananku berkelana ke Kyoto, dan tujuan utama kami adalah hutan bambu Kyoto yang terkenal itu. Kalau kamu sudah baca postingan ku yang sebelumnya, kamu akan tahu tempatnya seperti apa.
Kalau belum, silakan cek di sini: Kyoto: Arashiyama Bamboo Forest.

Just like now, I missed a wonderful place that I've visited on November 2014. At that time, me and my friends went to Kyoto, and our main destination was the famous bamboo forest. If you already read my previous post you already know what kind of destination that place is. If you haven't read it yet, you can check it out here: Kyoto: Arashiyama Bamboo Forest.

Setelah dari hutan bambu, kami mau ke jembatan Togetsu. Di sana sebetulnya aku dan teman-teman ku sering bertengkar, beradu pendapat tentang jalan mana yang sebaiknya kita lewati. Nah, aku tuh tipe orang textbook pada awalnya, jadi aku berpendapat sebaiknya ikut arahan dari google map saja. Sedangkan teman-teman ku mencoba bertanya ke penduduk sekitar. Mereka bertanya kepada seorang kakek yang sedang lewat "lewat mana sebaiknya kalau mau ke Togetsu-kyo (jembatan Togetsu)?"

After we went to the bamboo forest, we are going to Togetsu bridge. At that time, me and my friends argue a lot about which way we should go to. I was a textbook-type person back then, so I suggest all of us just follow the direction of google map. But my friends tried asking to a local person instead. They asked a senior citizen "which way should we take if we want to go to Togetsu-kyo (Togetsu bridge)?"

Si kakek tersenyum dan menjawab sambil menunjuk dengan tangan keriputnya "jalan saja terus lewat jalur ini. Kalian akan menemukan kirei na tokoro (tempat yang indah)." Di antara kami berempat, selain aku, tiga orang teman ku semuanya setuju untuk mengikuti arahan dari si kakek. Apa boleh buat, akhirnya aku juga ikut suara terbanyak.

The senior citizen smiled, point his wrinkled finger and answered "just go through this way. You will find kirei na tokoro (a beautiful place)." Except me, the rest of my friends agreed to follow his direction. I have no choice but to follow them.


Kami sampai di sebuah taman bernama Kameyama Koen. Koen dalam Bahasa Jepang artinya taman. Taman Kameyama ini penuh dengan pepohonan rindang. Musim gugur mempercantik pepohonan di taman ini, karena warna dedaunannya sudah berubah menjadi kuning, jingga, dan merah.

Then we arrived in a park named Kameyama Koen. Koen in Japanese means park. Kameyama park was full of shady trees. Autumn season beautifies the trees in this park, because the colors of the leaves already turned into yellow, orange, and red.

Udara musim gugur yang sejuk membuat panas seusai beradu mulut jadi cepat mereda. Aku dan teman-teman kembali akur dan kami berjalan menyusuri jalur taman sesuai arahan si kakek. Setelah berjalan beberapa meter, aku sangat bersyukur karena mengikuti saran teman-teman ku dan menuruti arahan si kakek. Kami menemukan sebuah pemandangan yang indah dari atas tebing di taman Kameyama.

The cool breeze of autumn made the tense from arguing gone fast. Me and my friends get along together again and walked through the path on the park according to senior citizen's direction. After we walked for a few meters, I was glad I followed my friends and the elder person's direction. We found a place up on a cliff on Kameyama park with a beautiful view.


Bukit-bukit dengan hamparan pepohonan bergradasi warna hijau, kuning, jingga, merah, dibelah oleh sebuah sungai yang airnya bening sampai memantulkan warna langit dan area sekitarnya. 

There was hills and trees with color gradation from green, yellow, orange, red, divided by a clean river that it's water reflects the color of the skies and it's surroundings. 

Rasanya seperti masuk ke dalam sebuah lukisan.
Pemandangan cantik warna-warni seperti rasanya jatuh cinta ini memang membuatku benar-benar jatuh cinta pada keelokan alam negeri sakura ini yang hanya ada pada saat musim gugur. Belum pernah ku temukan panorama sebagus ini karena memang tidak ada musim gugur di negeri asal ku.

The colorful scenery that feels like falling in love was really made me falling in love with the nature beauty of this cherry blossom country that only exist in autumn. I have never seen a panorama this beautiful because in my homeland there are no autumn season.


Di Jepang, dedaunan musim gugur yang berubah warna menjadi jingga hingga merah disebut kōyō. Yang terkenal adalah momiji, yaitu daun maple berwarna merah. Karena ingin lebih menikmati keindahan taman Kameyama, kami memutuskan berhenti dan istirahat sejenak.

In Japan, autumn leaves that turns into orange or red is called kōyō. The famous one is momiji, a red colored maple leaf. Since we want to enjoy the lovely atmosphere in Kameyama park, we decided to stop for a while and take a break.


Pelajaran moral kali ini aku dapat dari teman-teman ku, bahwa salah satu cara terbaik untuk berkelana adalah dengan bertanya kepada penduduk sekitar, karena sudah pasti mereka lebih tahu situasi dan kondisi lokasi. Jadi, dari penduduk sekitar kita bisa tahu tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi.

In this journey, I learned a moral lesson from my friends, that one of the best way to travel is by asking the locals, because they definitely know the situation and condition of a location. So from the locals we can get information about good places to visit.

Setelah selesai istirahat dan ke restroom (maklum karena dingin jadi sering ingin buang air kecil), aku dan teman-teman melanjutkan perjalanan. Kami berjalan mengikuti papan petunjuk jalan menuju tujuan kami berikutnya.

After we finished taking a break and went to the restroom (cold weather made us use the toilet often), me and my friends continue our journey. We walked through a path following a signpost heading to our next destination.


Ketika sampai di ujung jalan, aku dan teman-teman ku mulai menuruni anak tangga. Ternyata kami menemukan sungai yang membelah bukit yang kami lihat dari atas tebing. Airnya sungguh jernih biru kehijauan.

When we reached the end of the path, there was a stairway down. We found the hills divider river that we saw from the cliff before. The greenish blue water was so clear. 

Masih ingin tahu kelanjutan perjalanan ku kan? Nah jangan lupa klik tombol "join this site" di kiri atas laman ini supaya kamu bisa tetap update dengan post terbaru blog ku. Oh iya kalau menurutmu post ini bermanfaat atau menghibur, jangan lupa juga untuk share ya. Terima kasih :)

You still want to know more about my journey right? So don't forget to click the "join this site" button on the upper left of this page to keep you up to date with my new posts. Oh! And one more thing, if you find this post entertaining or helpful for you, it'll be my pleasure if you can share this post. Thank you :)

How to go:
Teruslah berjalan dari hutan bambu Arashiyama ke arah selatan. Untuk cara ke hutan bambu Arashiyama, silakan lihat postingan ku sebelumnya di sini.
Just go follow the path on Arashiyama bamboo forest to the south. If you want to know how to go to Arashiyama bamboo forest, click here.

8 comments:

  1. Wah bagusnya pas musim gugur di jepang


    Salam kenal dr blogger ala2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya pas musim gugur jadi bagus pemandangannya. salam kenal juga ya :)

      Delete
  2. Wah bagusnya pas musim gugur di jepang


    Salam kenal dr blogger ala2

    ReplyDelete
  3. kereeen tempatnya.. kebetulan Feb 2017 aku mw ke jepang... sebenernya tujuan utama sih mau ke shirakawa go di takayama, tp kyoto udh pasti msk juga dlm list :D. walopun apa yg mau didatengin di sana blm fix :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau feb kan pas winter ya, mungkin shirakawa lebih bagus, tapi kuil2 di kyoto juga eksotis kalau kena salju :)

      Delete
  4. Halo Vinn

    Waktu ke kyoto di november itu, pas tanggal berapa ?
    kira2 tanggal 20 november koyo nya udah banyak belum ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Abner maaf baru sempet balas, november sekitar tgl 20an kalau di tokyo masih blm merata, tp kalau ke shizuoka daerah gunung fuji udah mulai banyak

      Delete